4 Macam Obat Kencing Nanah Berserta Panduan Penggunaannya

4 Macam Obat Kencing Nanah Beserta Panduan Penggunaannya penyakit kelamin yang dapat ditularkan melalui seks oral, anal atau vaginal.

Kencing nanah adalah penyakit kelamin yang dapat ditularkan melalui seks oral, anal atau vaginal. Penyakit ini tidak menimbulkan gejala setelah beberapa minggu infeksi. Jika tidak dirawat akan menimbulkan komplikasi. Perawatan antibiotik adalah obat kencing nanah yang harus dilakukan agar bakteri tidak menyebar sehingga pasien dapat pulih. 4 Macam Obat Kencing Nanah Berserta Panduan Penggunaannya

Pengobatan untuk penderita kencing nanah.

4 Macam Obat Gonore Berserta Panduan Penggunaannya Kencing nanah tidak menyebabkan masalah jangka panjang jika diobati dari awal infeksi. Namun, jika penyakit ini tidak diobati tentu dapat menyebabkan banyak komplikasi. Karena infeksi kencing nanah dapat menyebar ke bagian tubuh lain selain alat kelamin, yaitu persendian, kulit, jantung, atau darah. Ini juga disebut infeksi gonokokus diseminata (DGI) dan penderita memerlukan rawat inap dan perawatan antibiotik yang biasanya diberikan secara intravena.

Dibandingkan dengan pria, wanita lebih berisiko mengalami komplikasi jangka panjang jika tidak segera diobati. Infeksi ini nantinya akan menyerang saluran reproduksi wanita seperti rahim, saluran tuba, dan ovarium. Kondisi ini dikenal sebagai peradangan panggul (PID). Kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)

4 Macam Obat Gonore Berserta Panduan Penggunaannya

Pada pengobatan awal penyakit kencing nanah bisa diobati dengan antibiotik. Beberapa penderita yang menjalani pengobatan awal, sebagai berikut:

  • Seseorang yang memiliki tes kencing nanah positif
  • Seseorang yang berhubungan seks dalam 60 hari terakhir dengan seseorang yang didiagnosis menderita kencing nanah
  • Bayi baru lahir yang ibunya menderita kencing nanah

Obat kencing nanah dengan antibiotik kimia

  • Sefiksim dan sefalosporin. Antibiotik ini digunakan sebagai pengganti jika ceftriaxone tidak tersedia. Obat ini menghambat perkembangan bakteri dan digunakan bersama dengan azitromisin. Keduanya digunakan jika penderita tidak memiliki komplikasi.
  • Ceftriaxone (rocephin). Antibiotik ini digunakan bersama dengan azitromisin untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang telah mencapai darah.
  • Azitromisin (zithromax, zmax). Antibiotik ini digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri kencing nanah.
  • Eritromisin. antibiotik tetes direkomendasikan untuk digunakan pada bayi baru lahir untuk mencegah konjungtivitis (radang mata konjungtiva) kencing nanah

Pastikan untuk menggunakan antibiotik kimia sesuai dengan resep dokter. Kehilangan dosis atau tidak minum obat sepenuhnya akan membuat infeksi kencing nanah tidak dapat pulih. Penderita yang merasakan gejala tidak membaik dapat disebabkan oleh infeksi kencing nanah lain atau kegagalan pengobatan. Ada kemungkinan bahwa bakteri tertentu dari kencing nanah telah menjadi resisten terhadap antibiotik kimia sehingga mereka tidak bisa lagi dibunuh oleh antibiotik ini. Jadi, penderita memerlukan antibiotik lain untuk menyembuhkan infeksi ini.

Beberapa orang yang menderita kencing nanah juga bisa terkena klamidia. Karena itu, Pengobatan kencing nanah juga termasuk antibiotik kimia yang efektif dalam mengobati klamidia.

Apakah Ada Obat Kencing Nanah Selain Antibiotik Kimia?

Ada pengobatan dengan obat-obatan herbal atau obat-obatan tradisional yang diramu sendiri yang dapat menyembuhkan kencing nanah, sehingga infeksi tidak berkembang dan menyebabkan komplikasi.

Bila telah didiagnosis menderita kencing nanah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

  • Minumlah antibiotik secara penuh sesuai dengan resep dokter sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Untuk sementara, jangan melakukan hubungan seks saat Anda menjalani pengobatan. Jika Anda menggunakan satu dosis pengobatan antibiotik, tunggu setidaknya tujuh hari setelah obat habis sebelum berhubungan seks, dan gunakan kontrasepsi.
  • Pastikan pasangan Anda juga memeriksa dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah infeksi telah menyebar ke orang lain atau tidak, bahkan jika pasangan Anda tidak memiliki gejala.
  • Hubungi dokter Anda jika gejalanya menetap atau timbul gejala baru. Anda mungkin perlu antibiotik lain dan tes lebih lanjut.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *